10 kalimat yang wajib anda waspadai dalam hidup
Dalam hidup, seseorang tentu butuh orang lain untuk membantu dirinya, tetapi
apalah arti bantuan orang lain jika diri kita sendiri tidak mengusahakannya.
Banyak sekali kalimat-kalimat motivasi yang kita temui dalam hidup, mungkin
sangat banyak tetapi apakah hanya dengan mendengarnya saja kita dapat
melangkah jauh ke depan? tentu tidak, kita juga harus mengusahakannya dengan baik.
Tapi tahukah anda, bahwa ada beberapa kalimat yang wajib kita "waspadai"
dalam hidup? apa saja?
1. Saya tidak mungkin melakukannya
kita tidak perlu merendahkan diri dan berani untuk berani berkata
seperti itu. Saya percaya, manusia sebagai ciptaan yang paling sempurna, ada
kekurangan tentu, tetapi tanpa kita sadari kita mempunyai kekuatan luar biasa
di dalam diri kita jika terus berusaha.
2. Saya tidak punya bakat
Bakat? talenta?ya, saya akui, “Pintar memang bisa dipelajari, tetapi
“bintang” adalah dilahirkan“. Ada beberapa orang yang dianugerahi talenta luar
biasa. Tetapi, hal ini bukan berarti orang yang lainnya tidak mempunyai talenta
apa pun, kan? Saya sering melihat bagaimana orang-orang bisa berhasil walau
hanya berbekal satu atau dua talenta saja. Sebaliknya saya juga sering melihat
banyak orang gagal dan terbuang walau sebenarnya multitalenta.
Sikap, perilaku, dan perkataan justru lebih menentukan bagaimana seseorang bisa
dihargai dan diterima oleh lingkungannya. Saya sendiri lebih menghargai,
mendukung, bahkan memprioritaskan “orang-orang biasa” yang berperilaku santun,
tekun, dan lemah lembut, daripada mereka yang berbakat luar biasa tetapi
memiliki sikap dan perkataan yang kasar atau tidak mengenakkan..
ya.., “bakat” sendiri bukan sebuah hal yang statis. Bakat “ada” karena
apa yang biasa dilihat, didengar, dirasakan.. ini proses selama bertahun-tahun.
Seorang anak yang dilahirkan dari keluarga seniman.. karena terbiasa
mendengarkan nyanyian ibunya sejak kecil, karena terbiasa melihat bapaknya
menggambar, saya yakin, ketika dewasa ia akan mewarisi bakat seni orang tuanya
(walau belum tentu menyukainya). Demikian juga anak-anak lain yang dibesarkan
dari keluarga bisnisman, ilmuwan, dan sebagainya. Sekalipun hal ini masih
menjadi perdebatan di kalangan psikolog, tetapi saya percaya bahwa manusia
punya "kuasa" untuk menciptakan bakatnya sendiri!
3. Saya cuma lulusan SD
Kata “SD” pada kalimat di atas boleh diganti dengan “SMP”, “Kejar Paket A”,
“TK”, atau apalah.. Yang jelas, pendidikan bukan penentu utama keberhasilan
seseorang. Memang, mereka yang berpendidikan tinggi akan lebih berpeluang
berhasil dari pada yang berpendidikan rendah (maaf). Tetapi bukan berarti
lulusan SD tidak bisa berhasil. Saya sering melihat bagaimana sebuah perusahaan
yang mayoritas karyawannya sarjana, tetapi ternyata pemiliknya hanya lulusan SD.
Jadi? tepat, Saya akan berusaha untuk tidak menyalahkan pendidikan sebagai topeng
kemalasan dan kebodohan saya. Jika tidak tahu, ya belajar.. simple kan?
walau orang juga sering menuduh sistematika pendidikan :)
4. Lingkungan saya tidak mendukung
Banyak sekali orang-orang hebat lahir dari keadaan yang sama sekali mendukung.
Siapa saja? terlalu banyak untuk disebutkan . Beberapa di antaranya pernah
tertulis di kategori Tokoh Inspiratif. Banyak tulisan dan lagu hebat yang justru
lahir saat penulisnya masih di dalam penjara. Banyak orang kaya lahir dari
keluarga miskin. Banyak ilmuwan yang dulunya dianggap bodoh atau gila, bahkan
Thomas A. Edison pun pernah ditolak masuk SD karena dianggap idiot. Saat keadaan
berkecamuk karena perang dan menjadi pengungsi, Albert Einstein malah dinobatkan
menjadi Doktor dan Guru Besar. Bung Karno juga bukan sarjana politik, beliau
adalah insinyur, dalam keadaan terbuang di Bengkulu, beliau malah merancang
beberapa rumah dan merenovasi Masjid Jami’ di tengah kota. Tom Cruise? Ah, dia
hanya seorang disleksia yang susah membedakan antara huruf “b” dan “d”. Keadaan
bisa membuat berhasil tetapi bisa juga membuat gagal. Yup, Semua tergantung dari
bagaimana cara melihat dan menghadapinya..
5. Masa lalu saya hancur
Dalam konteks ini, sepertinya kisah mengenai Oprah Winfrey bisa menutupnya. Yup,
orang tuanya bercerai, dan lebih parah lagi, dia pernah diperkosa oleh saudara
sepupunya. Tiap orang tahu, mengatasi problem masa lalu memang rumit. Masa
lalulah yang membentuk diri dan menentukan bagaimana sifat dan sikap seorang
manusia. Tetapi, itu “hanya film”.. yah, film! cukup untuk dilihat dan diikuti
ceritanya, bisa dijadikan inspirasi atau motivasi hidup (kalo perlu), atau bisa
juga dijadikan ‘hobi’ saat senggang. Tetapi, film hanya film.. berbeda dengan
kenyataan sekarang.
Ia hanya dokumentasi sejarah dan tidak ada yang bisa dirubah. Kenapa harus
ngotot pada sesuatu yang sudah tidak bisa dirubah? Lebih baik jika menyutradarai
“film baru” yang ceritanya bisa dirubah seperti yang diinginkan.. saya biasa
menyebut film baru tersebut: “Masa Depan“.
6. Saya tidak punya kesempatan
Hmm.. setahu saya setiap orang diberi waktu yang sama setiap harinya: 24 jam.
Kenapa hasilnya bisa lain? Yup, setiap orang menggunakannya dengan caranya
masing-masing. Memang, setiap orang dianugerahi lingkungan yang berbeda-beda.
Ada lingkungan yang memang cukup kondusif untuk maju, tetapi ada juga yang
destruktif bagi kemajuan. Tetapi, bukan berarti kesempatan itu tidak ada!
Jika melihat kemiskinan, berarti saya diberi kesempatan untuk mengentaskan
kemiskinan. Jika melihat orang tertimpa musibah, berarti saya diberi kesempatan
untuk menolong.. sekali lagi, Kesempatan! Ia selalu ada di sekitar saya.
“Kesempatan” adalah pemicu kemauan seseorang untuk merubah sesuatu yang gak
beres menjadi beres.. sesuatu yang gak baik menjadi baik. “Kesempatan” tidak
hanya muncul pada situasi-situasi yang mengenakkan, malah sebaliknya, semakin
kritis lingkungan, akan semakin banyak kesempatan yang muncul. Bukankah krisis
ekonomi tahun 1998 yang lalu justru malah melahirkan banyak sekali
jutawan-jutawan baru? Bukankah mereka yang ‘berhasil’ adalah mereka yang bisa
melihat dan memanfaatkan “kesempatan” ini?
7. Saya kurang beruntung
Yup, keberuntungan memang bisa dikatakan sebagai hal yang statis, ia tidak
datang begitu saja pada setiap orang. Ia memang seperti anugerah. Jika
keberuntungan memang sulit diusahakan, lalu kenapa tidak memintanya kepada Sang
Pemberi Anugerah? . Dulu pernah ada penelitian mengenai hal ini. Lengkapnya
pernah tertulis di artikel The Luck Factor. Yeah.. di situ terdapat beberapa
tips untuk ‘merayu’ Sang Pemberi agar selalu melimpahkan keberuntungan pada
umatnya.
8. Saya Takut Sakit Hati lagi
Di twitter, seorang sahabat pernah menulis “Mencintai, memiliki, dan merasa
kehilangan adalah satu paket kehidupan yang tidak dapat dipisahkan..”. Selain
itu, di blog ini juga pernah ada tulisan Tentang Perpisahan. Yup.. “Kelak,
setiap orang pasti akan meninggalkanmu, atau justru kamu yang akan meninggalkan
mereka.. “. Sakit hati juga sebuah bagian penting dari proses kehidupan..
bukankah Hati yang sempurna dan bijaksana adalah justru hati yang memiliki
banyak bekas luka?
9. Saya khawatir jika hasilnya mengecewakan
Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengecewakan orang-orang di
sekitarnya. Tidak mungkin memiliki banyak teman tanpa memiliki sedikit musuh.
Tidak ada karyawan yang sama sekali tidak pernah mengecewakan atasannya. Yang
paling penting adalah apa yang harus dilakukan jika ternyata mengecewakan orang
lain? yup.. Tiga Kata Ajaib mungkin bisa bisa membantu.. ^^
10. Saya takut salah
Walau diciptakan paling sempurna, manusia juga memiliki sifat bawaan, yaitu takut dan salah.
Setahu saya.. orang yang takut salah dan takut
gagal justru malah lebih banyak berbuat kesalahan. Tidak ada percobaan ilmiah
yang tidak pernah gagal. Tidak ada pengusaha sukses yang belum pernah bangkrut,
tidak ada peruntung tenar yang belum pernah mengalami kerugian, tidak ada
aktivis yang tidak pernah teraniaya, tidak ada tokoh politik yang belum pernah
dikritik, dan tidak ada selebritis terkenal yang belum pernah dicacimaki. Yup..
ini adalah “kuat-kuatan”, mereka yang tahan terhadap dampak kesalahan yang
pernah dibuat dan tidak pernah berhenti berusaha.. merekalah yang berhasil.. :D
Maaf jika ada yg kurang berkenan, semoga artikel ini dapat kita renungkan bersama, dan dapat diambil sisi positifnya..
Terima Kasih








0 komentar:
Posting Komentar